Pekanbaru gagal mempertahankan juara umum dalam Musabaqoh Tilawatil Qur'an (MTQ) ke 29 Provinsi Riau Tahun 2010 yang digelar di Kabupaten Taluk Kuantan. Kegagalan kota pekanbaru hanya satu poin dari juara umum tahun ini yakni Kabupaten Kampar.
Berdasarkan pengumuman dewan hakim yang disampaikan ketua dewan hakim H Emrizal Pakis, Kampar mengumpulkan poin tertinggi dengan jumlah poin 68. Juara II disusul oleh Kafilah Pekanbaru yang mengoleksi 67 poin. Kemudian Juara III ditempati oleh Kabupaten Rohil dengan total poin 59 poin.
Walaupun pekanbaru gagal meraih juara umum, namun untuk kategori juara stan daerah, produk unggulan dan pawai ta'aruf dalam rangka MTQ Riau 2010 di raih oleh kota Pekanbaru dengan perolehan angka kategori juara I Bazar 765 dan pawai ta'aruf 978.
"Selamat Datang di Blog Media Center Online Kota Pekanbaru, sebagai ajang Penyebarluasan Informasi Pulik seputar Kota Pekanbaru"
PEMERINTAH KOTA PEKANBARU
DINAS PERHUBUNGAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA KOTA PEKANBARU
E-mail : D.kominfo@yahoo.com
Senin, 18 Oktober 2010
Senin, 11 Oktober 2010
MTQ Ke-29 Provinsi Riau : Wako Berharap Tahankan Prestasi.
Pekanbaru-Walikota Pekanbaru Drs.H.Herman Abdullah, MM berharap dalam MTQ Ke 29 Provinsi Riau yang diadakan di kabupaten Kuantan Singingi-Taluk Kuantan ini pekanbaru kembali mempertahankan dan memperoleh juara umum seperti MTQ Tahun lalu yang diadakan di Kabupaten Rokan Hilir.
Demikian disampaikan dalam sambutannya pada pelepasan kontingan pekanbaru yang mengikuti lomba pawai ta"aruf di rumah dinasnya. Wako juga berharap kepada seluruh yang mengikuti pawai ta'aruf agar memperoleh prestasi dan menampilkan yang terbaik dalam kepemimpinannya yang terakhir ini sebagai Walikota Pekanbaru sehingga walaupun dalam masa jabatan akhirnya ini Ia dapat mempersembahkan prestasi yang baik untuk kota Pekanbaru ini.
Wako juga berpesan jaga nama baik Kota Pekanbaru, tunjukan prestasi kota pekanbaru dan kalau ada masalah hubungi official, ungkapnya."
Rabu, 29 September 2010
Piala WTN Tiba Di Kota Pekanbaru
Pekanbaru-Rabu 29/9/2010 sekitar pukul 10.00 WIB piala Wahana Tata Nugraha yang diraih kota pekanbaru tiba di bandara SSK II dan langsung di arak keliling kota pekanbaru yang diikuti oleh anak-anak bikers, angkutan umum, taxi dll. Piala WTN ini dijemput langsung oleh Wakil Walikota Pekanbaru beserta pejabat lainnya. Setelah diarak keliling kota piala WTN langsung dibawa ke halaman kantor walikota.
Dalam sambutannya Wakil Walikota Pekanbaru Drs, H. Erizal Muluk mengatakan bahwa " Piala WTN ini merupakan piala yang ketujuh kalinya diraih oleh kota pekanbaru. Piala ini merupakan penghargaan yang diberikan oleh Departemen Perhubungan Pusat atas tertibnya warga kota pekanbaru dalam berlalulintas dan juga dibarengi dengan lenkapnya marka jalan, rambu-rambu, trotoar yang ada di kota pekanbaru. Tidak itu juga, yang membanggakan lagi bahwa kota Pekanbaru meraih nilai tertinggi se Indonesia dalam penilaian pemberian piala WTN dalam kategori Kota Besar di Indonesia.
Wawako berharap prestasi ini harus dipertahankan untuk tahun kedepannya sehingga kota Pekanbaru selalu tertib dalam soal lalu lintas, dan Ia berharap juga kepada Dinas Perhubungan serta Polantas agar selalu bekerjasama dalam menuntaskan persoalan lalu lintas ini, sehingga warga merasa aman dan jauh dari kecelakaan.
Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru Sondia Warman, SH juga memberikan selamat dan aspresiasi kepada Pemerintah Kota Pekanbaru atas peraih kota Tertertib dalam lalu lintas dan angkutan. ia berharap kepada Pemerintah agar terus berupaya dan bekerja keras dalam menertibkan lalu lintas yang ada di kota pekanbaru sehingga jauh dari kemacetan.
Senin, 27 September 2010
Pekanbaru Kembali Raih Piala WTN
PEKANBARU - Kota Pekanbaru berhasil kembali meraih penghargaan Wahana Tata Nugraha (WTN) 2010 dalam bidang tertib lalu lintas (lalin) dan angkutan kota.
WTN merupakan suatu pembinaan yang ditujukan kepada pemerintah daerah guna mewujudkan tatanan lalulintas dan angkutan kota yang tertib dan teratur. Pekanbaru meraih penghargaan WTN ini merupakan yang ke tujuh kalinya sejak tahun 2010"ungkap Herman".
Walikota DRS. Herman Abdullah mengatakan kepada wartawan bahwa piala Wahana Tata Nugraha ini akan diserahkan langsung oleh Presiden Republik Indonesia Bapak Dr. Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada tanggal 28 September 2010 di jakarta.
Pekanbaru mampu meraih prestasi ini berkat kerja sama pihak kepolisian, Dinas Perhubungan, Pemerintah dan tidak luput juga partisipasi masyarakat kota Pekanbaru yang taat pada peraturan lalu lintas.
WTN merupakan suatu pembinaan yang ditujukan kepada pemerintah daerah guna mewujudkan tatanan lalulintas dan angkutan kota yang tertib dan teratur. Pekanbaru meraih penghargaan WTN ini merupakan yang ke tujuh kalinya sejak tahun 2010"ungkap Herman".
Walikota DRS. Herman Abdullah mengatakan kepada wartawan bahwa piala Wahana Tata Nugraha ini akan diserahkan langsung oleh Presiden Republik Indonesia Bapak Dr. Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada tanggal 28 September 2010 di jakarta.
Pekanbaru mampu meraih prestasi ini berkat kerja sama pihak kepolisian, Dinas Perhubungan, Pemerintah dan tidak luput juga partisipasi masyarakat kota Pekanbaru yang taat pada peraturan lalu lintas.
Kamis, 02 September 2010
Festival Lampu Colok 2010
PEKANBARU - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata akan menggelar Festival Lampu Colok pada malam 7 Likur (27 Ramadhan 1431 Hijriyah). Festival ini memperebutkan hadiah jutaan rupiah dan dipusatkan di Kecamatan Tenayan Raya.
Sebagaimana dikatakan Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Kota Pekanbaru, H Dastrayani Bibra kepada wartawan, Rabu (1/9), ada beberapa kriteria yang menjadi penilaian tim. Antara lain, bangunan atau gapura colok, arsitektur yang bernuansa Islami dan jumlah lampu.
"Festival berlangsung selama tiga hari, dimulai pada malam 27 puasa sampai malam 29 atau 5 September hingga 7 September. Pada tiga malam itu akan ada tim yang langsung turun menilai seluruh lampu colok," sebut Dastrayani.
Dilanjutkannya, festival tahunan yang diselenggarakan untuk menyemarakkan malam Lailatul Qadar di Pekanbaru ini diikuti oleh 12 kecamatan dan akan dibuka oleh Walikota, Drs H Herman Abdullah MM sekitar pukul 22.00 WIB. Panitia menyiapkan minyak tanah sebanyak empat drum yang bekerja sama dengan Disperindag serta Pertamina.
"Sosialisasi sudah dilakukan dengan mengirim surat edaran ke masing-masing kecamatan. Tinggal kecamatan menyosialisasikannya ke desa dan kelurahan masing masing," terang Dastrayani.
Masing masing desa dan kelurahan harus menyiapkan tempat, bentuk dan disain lampu colok. Penilaian akan dilakukan serentak pada 27 Ramadhan. Pemenang utama berhak atas hadiah Rp4 juta, pemenang kedua Rp3 juta dan ketiga Rp2 juta.
Sebagaimana dikatakan Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Kota Pekanbaru, H Dastrayani Bibra kepada wartawan, Rabu (1/9), ada beberapa kriteria yang menjadi penilaian tim. Antara lain, bangunan atau gapura colok, arsitektur yang bernuansa Islami dan jumlah lampu.
"Festival berlangsung selama tiga hari, dimulai pada malam 27 puasa sampai malam 29 atau 5 September hingga 7 September. Pada tiga malam itu akan ada tim yang langsung turun menilai seluruh lampu colok," sebut Dastrayani.
Dilanjutkannya, festival tahunan yang diselenggarakan untuk menyemarakkan malam Lailatul Qadar di Pekanbaru ini diikuti oleh 12 kecamatan dan akan dibuka oleh Walikota, Drs H Herman Abdullah MM sekitar pukul 22.00 WIB. Panitia menyiapkan minyak tanah sebanyak empat drum yang bekerja sama dengan Disperindag serta Pertamina.
"Sosialisasi sudah dilakukan dengan mengirim surat edaran ke masing-masing kecamatan. Tinggal kecamatan menyosialisasikannya ke desa dan kelurahan masing masing," terang Dastrayani.
Masing masing desa dan kelurahan harus menyiapkan tempat, bentuk dan disain lampu colok. Penilaian akan dilakukan serentak pada 27 Ramadhan. Pemenang utama berhak atas hadiah Rp4 juta, pemenang kedua Rp3 juta dan ketiga Rp2 juta.
Senin, 23 Agustus 2010
Wako Bubar (Buka Bareng) Bersama Anak Yatim dan Panti Asuhan
PEKANBARU - Walikota Pekanbaru, Drs H Herman Abdullah MM, Sabtu (28/8) menggelar acara berbuka puasa bersama anak yatim dan panti asuhan di kediamannya di Jalan Ahmad Yani. Walikota mengaku bersyukur dapat bersama anak yatim dan panti asuhan berbuka puasa bersama.
"Nikmat berbuka puasa terasa lebih bermakna dengan kehadiran tamu-tamu di tempat kita, apalagi anak yatim dan panti asuhan. Bersilaturrahmi dengan sesama seperti ini sangat bermanfaat. Saya berharap pemimpin Pekanbaru selanjutnya dapat meneruskan tradisi silaturrahmi ini," ujar Walikota dalam sambutannya.
Walikota juga mengatakan, masyarakat harus mewaspadai aksi-aksi yang kriminalitas seperti perampokan yang terjadi akhir-akhir ini di beberapa kota di Tanah Air. "Kita minta masyarakat dapat menjaga keamanan di lingkungannya masing-masing. Sebab, selama bulan Ramadhan biasanya perampokan sering terjadi," kata Walikota.
Walikota menambahkan, di sisa bulan Ramadhan ini ummat muslim jangan mudah terpedaya dan percaya dengan cara-cara penjahat, baik hipnotis maupun sejenisnya. "Kita harus lebih berhati-hati, karena perampok sekarang lebih berani. Kalau dulu hanya mengambil harta saja tapi sekarang nyawa juga," sebut Walikota.
Acara berbuka puasa tersebut dihadiri unsur Muspida, Wakil Walikota, Drs H Erizal Muluk, Sekdako, Ir H Yusman Amin MEng, para asisten, jajaran kepala dinas, badan dan kantor di lingkungan Pemko Pekanbaru serta alim ulama dan tokoh masyarakat.
"Nikmat berbuka puasa terasa lebih bermakna dengan kehadiran tamu-tamu di tempat kita, apalagi anak yatim dan panti asuhan. Bersilaturrahmi dengan sesama seperti ini sangat bermanfaat. Saya berharap pemimpin Pekanbaru selanjutnya dapat meneruskan tradisi silaturrahmi ini," ujar Walikota dalam sambutannya.
Walikota juga mengatakan, masyarakat harus mewaspadai aksi-aksi yang kriminalitas seperti perampokan yang terjadi akhir-akhir ini di beberapa kota di Tanah Air. "Kita minta masyarakat dapat menjaga keamanan di lingkungannya masing-masing. Sebab, selama bulan Ramadhan biasanya perampokan sering terjadi," kata Walikota.
Walikota menambahkan, di sisa bulan Ramadhan ini ummat muslim jangan mudah terpedaya dan percaya dengan cara-cara penjahat, baik hipnotis maupun sejenisnya. "Kita harus lebih berhati-hati, karena perampok sekarang lebih berani. Kalau dulu hanya mengambil harta saja tapi sekarang nyawa juga," sebut Walikota.
Acara berbuka puasa tersebut dihadiri unsur Muspida, Wakil Walikota, Drs H Erizal Muluk, Sekdako, Ir H Yusman Amin MEng, para asisten, jajaran kepala dinas, badan dan kantor di lingkungan Pemko Pekanbaru serta alim ulama dan tokoh masyarakat.
Wako : Kita Harus Bersyukur Atas Nikmat Kemerdekaan
PEKANBARU - Walikota Pekanbaru, Drs H Herman Abdullah MM, Selasa (17/8) pagi memimpin upacara bendera peringatan HUT RI ke-65. Upacara bendera yang berlangsung di halaman Kantor Walikota Pekanbaru itu dihadiri segenap unsur Muspida Kota Pekanbaru, pejabat pemerintahan di lingkungan Pemko Pekanbaru dan sejumlah veteran.
Walikota mengatakan, peringatan HUT RI ke-65 ini hendaknya dapat menjadi momentum evaluasi terhadap segala kekurangan yang belum tercapai. Sebab, kemerdekaan yang dinikmati sekarang ini bukannya didapat dengan mudah, melainkan dengan cucuran darah dan pengorbanan jiwa-raga para pejuang kusuma bangsa.
"Tidak terasa sudah 65 tahun negara kita, Indonesia tercinta merdeka. Tidak terasa 65 tahun sudah kita hidup di alam yang merdeka, menghirup udara kebebasan dari belenggu penjajahan yang menyengsarakan bangsa kita," kata Walikota.
"Sekarang kita benar-benar harus bersyukur kepada Allah SWT dan mengisi kemerdekaan ini dengan karya dan prestasi terbaik," terang Herman.
Bangsa ini, menurut Walikota, harus lebih baik lagi kedepannya sehingga dapat membuat bangsa ini semakin maju dan bermartabat.
"Bangsa kita ini kaya raya dengan sumber daya alamnya. Dan seharusnya potensi itu bisa kita kembangkan, jangan sampai kita kalah dengan negara-negara lainnya. Merdeka harus dimaknai dengan kemajuan dari berbagai prestasi," ujar Walikota.
Walikota mengatakan, peringatan HUT RI ke-65 ini hendaknya dapat menjadi momentum evaluasi terhadap segala kekurangan yang belum tercapai. Sebab, kemerdekaan yang dinikmati sekarang ini bukannya didapat dengan mudah, melainkan dengan cucuran darah dan pengorbanan jiwa-raga para pejuang kusuma bangsa.
"Tidak terasa sudah 65 tahun negara kita, Indonesia tercinta merdeka. Tidak terasa 65 tahun sudah kita hidup di alam yang merdeka, menghirup udara kebebasan dari belenggu penjajahan yang menyengsarakan bangsa kita," kata Walikota.
"Sekarang kita benar-benar harus bersyukur kepada Allah SWT dan mengisi kemerdekaan ini dengan karya dan prestasi terbaik," terang Herman.
Bangsa ini, menurut Walikota, harus lebih baik lagi kedepannya sehingga dapat membuat bangsa ini semakin maju dan bermartabat.
"Bangsa kita ini kaya raya dengan sumber daya alamnya. Dan seharusnya potensi itu bisa kita kembangkan, jangan sampai kita kalah dengan negara-negara lainnya. Merdeka harus dimaknai dengan kemajuan dari berbagai prestasi," ujar Walikota.
Langganan:
Postingan (Atom)